Dr Mark Fernandes

Dr Mark Fernandes

Bidang Keahlian Klinis:

Gangguan hati, Hepatitis virus, Gastroenterologi Umum, Skrining Kanker Pencernaan

Telepon:

(65)98287151

Tentang

Dr. Mark Fernandes adalah spesialis Gastroenterologi dengan bidang keahlian klinis pada Penyakit Hati dan Pemeriksaan Kanker Pencernaan. Sebelumnya, beliau merupakan Konsultan dan Pengajar Klinis di National University Hospital (NUH), dan anggota tim Program Transplantasi Hati.  Dr. Fernandes lulus dari University of Edinburgh dengan gelar sarjana Ilmu Pengetahuan (B.Sc) dan meraih Gelar Kehormatan Tertinggi pada tahun 1997, serta kemudian mendapatkan gelar MB ChB dengan Gelar Kehormatan pada tahun 2000. Setelah magang di Royal Infirmary of Edinburgh, beliau menyelesaikan residensinya di London dan Singapura dan memperoleh gelar MRCP (UK) pada tahun 2003. Pada tahun 2008, beliau diakreditasi sebagai Spesialis dalam bidang Gastroenterologi oleh Kementerian Kesehatan dan diakui sebagai Anggota Academy of Medicine (Singapura).

Bahasa

Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin

Keahlian Klinis

Bidang keahlian klinis meliputi:

  • Hepatitis Viral, termasuk hepatitis B, C, dan D
  • Penyakit Hati Berlemak Non-alkoholik (NAFLD)
  • Sirosis Hati
  • Karsinoma hepatoseluler
  • Fibroscan
  • Gastrokopi
  • Kolonoskopi
Penghargaan & Penelitian

Penghargaan & Sertifikasi

  1. 2007 Beasiswa Program Pengembangan Tenaga Kesehatan (HMDP), Menteri Kesehatan Singapura
  2. 2007 Anggota Academy Of Medicine Singapore
  3. 2007 Badan Akreditasi Spesialis (Gastroenterologi), Singapura
  4. 2007 Penghargaan NUH Star untuk Pelayanan Terbaik
  5. 2007 Penghargaan Nasional Pelayanan Terbaik (Emas)
  6. 2003 Keanggotaan Royal College Of Physicians (UK)
  7. 2000 Lulus dengan Kehormatan, MB ChB (Edinburgh)


Research

  1. Chen WT, Fernandes ML, Lin CJ, Lin SM. Delay in Treatment of Early-Stage Hepatocellular Carcinoma Using Radiofrequency Ablation May Impact Survival of Cirrhotic Patients in a Surveillance Program. J Surg Oncol. 2011 Feb;103(2):133-9.
  2. Lim LG, Aung MO, Seet BL, Tan C, Dan YY, Lee YM, Sutedja DS, Fernandes M, Lee GH, Koay E, Lim SG. Alanine aminotransferase is an inadequate surrogate marker for detecting lamivudine resistance. World J Gastroenterol. 2010 Oct 7;16(37):4691-6.
  3. Fernandes ML, Lin CJ, Lin CC, Chen WT, Lin SM. ‘Prospective Study of a ‘Popping’ Sound during Percutaneous Radiofrequency Ablation for Hepatocellular Carcinoma. J Vasc Interv Radiol. 2010 Feb;21(2):237-44.
  4. Fernandes ML, Lin CJ, Lin CC, Chen WT, Lin SM. Risk of tumour progression in early-stage hepatocellular carcinoma after radiofrequency ablation. Br J Surg. 2009 Jul;96(7):756-62.
  5. Fernandes ML, Seow A, Chan YH, Ho KY. Trends in esophageal adenocarcinoma and squamous cell carcinoma in a multi-ethnic Asian country. Am J Gastroenterol 2006;101:1430-1436.
  6. Lee YM, Fernandes M, Da Costa M, Lee KH, Sutedja DS, Tai BC, Tan KC, Isaac J, Prabhakaran K, Lim SG. MELD may not be the better system for organ allocation in liver transplantation patients in Singapore. Singapore Med J. 2006 Jul;47(7):592-4.
  7. Fernandes M, Lee YM, Wai CT, Sutedja D, Isaac J, Prabhakaran K, Lim SG, Lee KH. Successful treatment of steroid resistant rejection in a liver transplant recipient using Basiliximab. TransplantProc. 2005 Jun;37(5):2179-80.
  8. Lee YM, Fernandes M, Da Costa M, Sutedja D, Isaac J, Prabhakaran K, Lim SG. (2004). The MELD score is useful in determining optimal time for liver transplantation and post transplant survival for hepatitis B. Transplant Proc. Dec;36(10):3057-9.
  9. Fischer CP, Fernandes M, Garden OJ. (2002). Papillary cholangiocarcinoma: a cause of intermittent obstructive jaundice. Surgery Feb; 131(2): 234-5.
  10. So JBY, Kum CK, Fernandes ML, Goh P. (1996). Comparison between laparoscopic and conventional omental patch repair for perforated duodenal ulcer. Surg Endosc 10: 1060-1063.
Pengalaman Mengajar
  1. Pengajar Utama untuk Program Residensi Penyakit Dalam di NUHS mulai bulan Mei 2010
  2. Skema Pengajar Klinis, National University of Singapore 2010
Kembali